Disembuhkan oleh Roh

Yesus melaksanakan tugas pengutusanNya untuk menyelamatkan dunia, maka Ia meninggalkan Nasaret pergi “mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu”.. Kehadiran, cara hidup dan cara bertindakNya ibarat sebuah pelita yang membawa terang bagi semua orang yang percaya kepadaNya. Terang yang diterima di dalam hati orang yang percaya menggerakkan untuk juga meneladan Dia. Bagaimana meneladaniNya? Kita dapat berpartisipasi dalam “memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu”.


Apa yang mendesak atau up to date bagi kita untuk dilakukan saat ini? Salah satunya adalah ‘melenyapkan segala penyakit dan kelemahan’, mereka yang sakit dan lemah hatinya, jiwanya, akal budinya maupun tubuhnya.

Di zaman ini penyakit yang paling sulit disembuhkan adalah sakit hati. Sakit hati sering dapat dibawa sampai mati. Orang sakit hati pada umumnya juga mudah marah dan membenci alias dengan mudah memandang dan menilai yang lain sakit seperti dirinya sendir, dan yang bersangkutan dapat menjadi sumber perpecahan atau permusuhan.

Obat yang paling mujarap cinta kasih dan kerendahhatian. Betapa pun sakit hatinya kiranya orang yang bersangkutan masih ada keterbukaan untuk dikasihi. Orang yang terbuka untuk dikasihi berarti orang yang rendah hati. Ia tidak egois, sebab hidupnya dikuasai oleh roh yang berasal dari Allah. Hidup dalam Roh berarti cara hidup dan cara betindaknya menghasilkan buah-buah roh, yaitu: “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.” (Gal 5:22-23). Itulah keutamaan-keutamaan yang mempersatukan semua orang.

Rahmat sakramen-sakramen yang telah kita terima telah membuat kita senantiasa dianugerahi Roh dan diharapkan hidup dari dan oleh Roh. ”Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Mat 7:21). Keutamaan hidup beriman terletak dalam perilaku atau tindakan. Marilah kita uji hidup kita: apakah perilaku atau tindakan kita menghasilkan keutamaan-keutamaan yang menjadi buah Roh atau tidak.

No comments:

Post a Comment